Bicara Musik

Ulasan ‘Amateur’, Album Perdana Mikha Angelo yang Berbicara Kehidupan
  • By : admin
  • 3 September 2020

Ulasan ‘Amateur’, Album Perdana Mikha Angelo yang Berbicara Kehidupan

Bicaramusik.id – Jebolan ajang pencarian bakat yang selalu produktif dalam bermusik, Mikha Angelo, memulai kariernya sebagai solois. Sebelumnya, ia bergabung dengan grup musik The Overtunes selama beberapa tahun. Tak disangka, ia memutuskan untuk berdiri sendiri.

Melanjutkan proyek solonya, Mikha merilis sebuah album yang berisi delapan trek di dalamnya. Album tersebut bertajuk Amateur yang diakui melambangkan dirinya sebagai seorang amatir. Ia merasa tak pernah puas dengan apa yang dicapai dan berharap ada peningkatan dalam berkarya.

Konsep album Mikha sangat berbeda dengan The Overtunes. Ia seakan menunjukkan identitas solonya dalam Amateur ini. Bersama grup musiknya, ia banyak membicarakan kisah romansa dengan instrumen akustik. Sedangkan, Amateur lebih mengarah pada cerita kehidupan.

Mikha mengemas setiap lagunya dengan cerita yang berbeda. Semuanya pun berlirik Bahasa Inggris agar bisa dinikmati hingga ranah internasional. Kemampuan musikalitasnya memang di atas rata-rata.

Amateur terasa sangat ekslusif, dari lirik, instrumen, hingga artwork. Ditambah lagi dengan suara lembut Mikha yang bisa melunakkan hati pendengarnya. Ternyata, Mikha juga bekerja sama dengan Olof Lindskog, mix engineer di Swedia yang membuat album jadi lebih indah.

Lagu pertama dalam album ini sama dengan judul album. Penggalan lirik “the more that I know, the more that I don’t” menjelaskan makna keseluruhan lagu. Tampaknya, Mikha bercerita tentang dirinya yang belum tahu banyak hal dan bertemu banyak orang di perjalanan hidupnya.

Trek ini menjadi intro yang menenangkan. Ditambah dengan deburan ombak dalam lagu tersebut yang bisa membangun imajinasi para pendengar. Dari trek pertama ini, kita bisa tahu Mikha akan membawa kita ke musik yang seperti apa.

Selanjutnya, pendengar akan dibuat lebih semangat dengan trek-trek yang lainnya. Trek kedua yakni “Run”, menjelaskan tentang situasi rumit di usianya yang berkepala dua. Namun, apapun rintangan yang dilaluinya tidak menjadikannya lemah.

Mikha seperti memberi motivasi untuk pendengar yang merasa sedang alami proses pendewasaan. Banyak sesuatu yang terjadi, namun kita harus hadapi. Begitu yang ia sampaikan dalam liriknya, “it’s not easy but I’m better, it gets harder but I’m stronger”.

Kemudian, Mikha menyajikan “Human” yang kental dengan musik elektroniknya. Dari sini, saya baru sadar jika vokal Mikha mirip dengan Ed Sheeran. Namun, nuansa lagu-lagunya berbeda karena Amateur tidak full acoustic.

Tiga trek awal sudah sangat menarik karena sangat fresh. Sebelumnya, saya tidak pernah mendengar karya musisi Indonesia yang seperti ini. Saya berharap Mikha bisa konsisten berkarya dengan membuat album yang unik dan berbeda.

Keempat, hadir kembali lagu penuh makna kehidupan. Mikha lebih interaktif dengan pendengar dalam “Stay A While”. Ia memberikan kalimat bijaknya untuk orang-orang yang sedang merasa lost .

Sebenarnya, sulit untuk mencerna makna dari album Amateur ini. Mikha gemar sekali menggunakan kalimat kiasan. Lagipula, pendengar bebas menginterpretasikan sebuah lagu kan? Menurut saya, “Stay A While” menceritakan tentang seseorang yang jauh dari rumahnya, berjuang sendiri. Mungkin lagu akan relate untuk para perantau.

Lanjut ke trek yang paling banyak didengarkan dalam kanal musik digital yakni “Shot”. Mikha memang muncul sebagai solois dengan mengenalkan “Shot” sebagai single pada pendengar. Sehingga wajar jika menempati posisi tertinggi.

Sepertinya, “Shot” menjadi salah satu andalan Mikha dalam Amateur. Begitu pun untuk saya, lagu ini terasa sangat spesial. Aransemen musik minornya, instrumen piano yang mengiringi, lirik yang super jenius berpadu jadi satu.

Untuk yang sedang kehilangan seseorang, “Shot” bisa masuk dalam playlist menangis kalian. Liriknya mewakili orang yang belum siap memulai kisah cintanya kembali. Masa lalu dengan mantan kekasihnya menyakitkan hati dan masih membekas.

Saya sampai berpikir siapa yang memberikan luka pada hati Mikha hingga ciptakan lagu semenyedihkan itu? Atau mungkin ia memposisikan diri sebagai orang lain? Tapi, saya rasa tidak akan bisa semaksimal ini, mengingat Mikha juga mandiri dalam menggarap album.

Setelah diacak-acak perasaan kita oleh “Shot”, Mikha tidak memberi nafas untuk rehat. Trek selanjutnya memutarkan “Middle Ground”, single lain dari album ini yang ditujukan untuk sang ibunda. Dalam lirik, Mikha meminta agar sang ibu tak perlu mengkhawatirkannya karena mereka akan selalu bersama menemukan jalan tengah.

Sebagai klimaks lagu, Mikha menambahkan choir dalam “Middle Ground”. Mereka ialah para musisi dan orang terdekatnya yakni Angeline Hoseani, Gabriella Miranda, Gregoria Mariska, Greysia Polii, Lingkan Poluakan, Mada Emmanuelle, Radhini, Reuben Nathaniel, dan Rendy Pandugo. Karena choir tersebut, lagu ini semakin hidup.

Kemudian, pendengar digelengkan kepalanya lagi dengan “Fairytale”. Ini merupakan lagu yang paling asik dalam Amateur. Aransemennya lebih terdengar modern dibandingkan yang lain. Jika di “Human” saya terlintas Ed Sheeran, di lagu ini malah memikirkan John Mayer. Mungkin karena suara bas yang mendominasi seperti dalam “New Light” milik Mayer.

“Fairytale” sepertinya menyindir orang-orang yang iri dengan kehidupan orang lain. Ia menyentil orang yang tidak bersyukur dan mendambakan hidup sempurna layaknya negeri dongeng.

Dari segi lirik, saya sangat suka oleh trek ini. Di masa sekarang, semua orang sering mengekspos yang berlebihan. Bahkan, semua orang berlomba-lomba untuk memperlihatkan kehidupan mereka. Baik yang pamer pun yang iri bisa saja tertampar jika dengar lagu Mikha yang satu ini.

Berbicara tentang kehidupan, pastinya tak lepas juga dari kisah cinta. Mikha sudah menumpahkan kekesalannya pada “Shot”. Ia juga ungkapkan rasa syukur mendapatkan tambatan hati di hidupnya sekarang. Mikha pun hadirkan “Too and More” sebagai penutup album.

“Too and More” merupakan lagu yang paling manis dalam Amateur. Siapa saja mungkin jatuh hati mendengarnya. Yang tambah membuat saya melting itu karena bisikan Gregoria Mariska, kekasih Mikha. Kalimat “I love you so much” yang diucapkannya terdengar sangat tulus.

Album yang berdurasi 31 menit ini layak didengarkan oleh banyak penikmat musik. Sejauh ini, Amateur merupakan album terindah yang saya dengarkan dari musisi Indonesia.

Semoga Mikha bisa terus produktif sebagai solois. Meskipun bertajuk Amateur, album ini sama sekali tak terdengar seperti amatiran. Hal itu wajar karena Mikha juga sudah aktif sejak lama.

Ia juga tergolong produser musik muda yang sangat sukses. Selain The Overtunes, dia membantu musisi lain menciptakan karya. Saya menyukai “Bertaut” milik Nadin Amizah dan “Berlari Tanpa Kaki” yang dinyanyikan Gamaliel Audrey Cantika.

Mikha tak perlu diragukan lagi. Berkarier sebagai solois, produser musik, ataupun masuk ke dalam grup pun tetap diterima dalam industri musik. Semoga, Amateur menjadi permulaan Mikha untuk meraih kesuksesannya sebagai penyanyi solo. 

Penulis: Dyta Nabilah

Editor: Abyan Nabilio