Bicara Musik

Stars and Rabbit Sihir Penonton di M Bloc
  • By : admin
  • 10 March 2020

Stars and Rabbit Sihir Penonton di M Bloc

Bicaramusik.id – Sore di langit kota Jakarta sebentar lagi akan berubah kelam, itu tandanya malam akan datang. Hiruk pikuk para pekerja yang bergegas begitu terasa. Rumah menjadi tujuan yang harus secepatnya dituju.  Hujan yang turun tak terlalu deras, menambah keyakinan bahwa kasur di kamar adalah sarana yang tepat untuk segera menutup hari. Namun, tidak untuk ratusan orang yang datang ke M Bloc pada Rabu (4/3) kemarin.

Pasalnya, idola mereka, Stars and Rabbit, menggelar konser dalam rangka menutup rangkaian tur Rainbow Aisle. Seperti diketahui, Stars and Rabbit baru saja menelurkan album kedua mereka dengan judul yang sama pada 26 Februari kemarin. Sebelumnya, mereka telah membawa Rainbow Aisle ke tiga kota di Asia yakni Taipei (Taiwan), Tokyo (Jepang), dan Busan (Korea Selatan). Jakarta menjadi tempat pamungkas untuk menutup rangkaian tur ini.

Dalam konser tersebut, duo yang saat ini terdiri dari Elda Suryani dan Didit Saad, tak tampil sendiri. Mereka mengajak dua band lain yang sedang jadi idola remaja, Polka Wars dan Tashoora, untuk membuka konser ini.

Tashoora, band asal Yogya, mulai membuka pertunjukan pada pukul 20.00 WIB. Dalam konser ini, band indie rock tersebut seakan membuktikan jika mereka layak untuk menjadi band pembuka dengan membawakan nomor-nomor jagoan antara lain “Tatap”, “Sintas”, “Agni” dan menutup penampilan dengan lagu “Terang”.

Dalam kilauan lampu gemerlap dan berwarna-warni, Tashoora menyihir para penonton dengan kemeriahan musik mereka.“Kami senang banget bisa ikut untuk menyambut kembali tim Stars and Rabbit sepulang mereka dari Jepang,” ujar basis dan vokalis mereka, Gusti Arirang.

Selepas Tashoora pamit, panggung kembali gelap. Penonton mencari aktivitas dengan berinterasksi satu sama lain. Kali ini, Polka Wars siap untuk menggetarkan panggung M Bloc.

Kalau boleh jujur, band asal Jakarta ini terhitung unik. Mereka mungkin tak seperti band Jakarta yang menghabiskan akhir pekan dengan jadwal panggung yang sibuk. Intenstitas panggungnya tak terlalu padat. Namun, itulah yang menjadi band ini menjadi layak untuk ditunggu, apalagi di konser ini.

Membuka konser dengan lagu “Fatamorgana”, panggung Polka Wars berjalan dengan lancar hingga lagu penutup dan tak lupa membawakan lagu-lagu hit antara lain “Mapan” dan “Rekam Jejak”.

Kini, saatnya yang ditunggu. Para penggemar yang sudah menanti Stars and Rabbit, sebentar lagi akan menyaksikan mereka membawakan lagu-lagu barunya di panggung yang hangat ini.

Jarum jam menunjukan angka 21.45. Lampu masih gelap. Sekilas tampak crew Stars and Rabbit mempersiapkan agar band ini siap untuk tampil. Layar belakang panggung bertuliskan Stars and Rabbit membuat para penonton girang. Itu tandanya yang ditunggu akan segera datang.

Ya, benar. Didit Saad tanpa basa-basi masuk ke dalam panggung. Mantan gitaris band Plastik ini memainkan solo gitar dengan penjiwaan yang luar biasa. Sound yang keluar dari gitarnya, membuat penonton tak terbawa suasana. Didit berbicara lewat gitarnya, dan semua berhak untuk menerjemahkan apa yang Didit bicarakan.

Additional player mulai masuk. Kurang lebih, sekitar lima menit Didit unjuk gigi memainkan instrument dengan gitarnya. Intro “Naked King” pun dilantunkan. Kemudian Elda masuk dengan gaya seperti biasa, menggemaskan.

Elda masuk dengan menggunakan baju motif kucing berwarna hitam dan kacamata. Sesekali menyapa penggearnya, Elda makin terbawa suasana untuk menari mengikuti alunan musik dari album terbarunya tersebut.“Thank you so much buat kalian yang sudah hadir,” sapa perempuan ramah tersebut.

Tak ada satu orangpun yang tak terpukau dengan penampilan Stars and Rabbit di malam tersebut. “Story of Them All”, “St. Ann”, “Little Mischievous” dan sederet lagu lain berhasil dibawakan. Penampilan mereka ditutup secara manis dengan membawakan “Catch Me”, satu nomor dari album pertama mereka, Constellation.

Ini bukan kali pertama Stars and Rabbit muncul kembali ke ruang publik dengan membawakan lagu-lagu dari album pertama mereka. Sebelumnya, pada Januari lalu, mereka telah mengenalkan lagu-lagu baru di event Superbad vol.88.

Stars and Rabbit yang sekarang, makin berkembang dengan musiknya. Tangan Didit Saad lah yang mampu mengartikulasikan jiwa liar Elda dalam berkesenian. Masing-masing sinyal dari keduanya mampu diselesaikan dengan baik.

Sebenarnya, nama Didit Saad, bukan nama yang baru bagi Elda. Keduanya, jauh sebelum ini, pernah bekerja sama dalam band Evo. Namun sayang, band ini harus berhenti di tengah jalan. Elda kemudian merajut mimpinya kembali dengan membentuk Stars and Rabbit bersama Adi.

Album pertama mereka juga lahir dari proses kreatif bersama Didit Saat yang berlaku sebagai produser. Bertahun kemudian, pada akhir 2019, Adi mengundurkan diri untuk fokus menekuni usaha yang sedang dikerjakan. Didit masuk menggantikan Adi, mampu memberikan sentuhan lain dengan nada-nada fresh yang ia kerjakan .

Mungkin sebagian pendengar yang terbiasa dengan Constellation yang sarat dengan suasana folk, Rainbow Ailse memberikan kesegaran lain di telinga dan menjadi jalan baru untuk arah Stars and Rabbit ke depan.

Penulis: Rio Jo Werry

Foto: Dok. Stars and Rabbit