Bicara Musik

Rayhan Noor Merilis “Ragu?”, Karya Refleksi dari Krisis Seperempat Abad
  • By : admin
  • 30 July 2021

Rayhan Noor Merilis “Ragu?”, Karya Refleksi dari Krisis Seperempat Abad

Bicaramusik.id “Berat melepaskan ini, ragu yang tak mau pergi…” Krisis seperempat abad merupakan hal lumrah yang dialami setiap individu, tidak terkecuali bagi Rayhan Noor. Masa-masa di pertengahan umur 20 merupakan fase terberat yang ia pernah lalui. “Rasanya kayak terjebak di persimpangan yang gue sendiri nggak tahu harus ke mana, akhirnya cuma diam di tempat ngehabisin waktu,” kenangnya. Setelah sebelumnya cukup dikenal dengan lagu-lagu pop melankolinya, pada tanggal 30 Juli 2021 Rayhan Noor meluncurkan single terbaru yang berjudul “Ragu?”. Lagu ini tercipta dari pengalamannya saat melalui krisis seperempat abad. 

“Ragu?” menawarkan musik yang terdengar cukup berbeda dibanding beberapa single Rayhan Noor sebelumnya. Selain upbeat dan terdengar catchy, untuk pertama kalinya Rayhan Noor menciptakan lagu dengan lirik berbahasa Indonesia. Lagu yang pengerjaannya memakan waktu 6 bulain ini turut dibantu oleh Enrico Octaviano sebagai co-producer.

Dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit membuat Rayhan Noor terpaksa berjibaku dengan segala keraguannya untuk waktu yang lama. Akhirnya, ia memutuskan hal penting yang membawanya menjadi Rayhan Noor yang kita kenal sekarang, yaitu seorang musisi. Ia meninggalkan profesi lamanya sebagai dokter gigi, dan memulai mimpinya untuk fokus di dunia musik yang tentu tidak mudah. Tekad sudah bulat, semesta seperti mengamini.

Mengawali karier bermusiknya di tahun 2007, sedikit demi sedikit Rayhan Noor membangun mimpinya. Rayhan Noor terlibat dalam beberapa proyek musik, seperti Glaskaca, Martials, sampai grup musik teranyarnya Lomba Sihir. Kini ia mantap untuk menyeriusi karirnya di jalur solo. “Suatu pagi di masa sulit itu gue terbangun dan memutuskan untuk ninggalin hal-hal ini di belakang. Gue harus mulai mengabaikan keraguan, ketakutan gue akan hal-hal yang belum terjadi, serta mungkin tutup telinga dari tekanan sosial di sekitar. Gue lanjutin hidup gue, gue kejar mimpi gue,” jelas Rayhan.

Di lagu “Ragu?”, Rayhan Noor mencoba merefleksikan masa ketika ia diselimuti keraguannya, sesuatu yang akhirnya sudah ia tinggalkan jauh di belakang. Lagu ini juga dijadikannya sebagai bahan pengingat bahwa jalannya ke titik sekarang tidaklah semulus itu. Mengejar mimpi tidak pernah terasa seindah kutipan di Instagram, jalannya penuh lubang dan berliku. Namun bukan berarti Rayhan Noor telah mencapai akhir dari perjalanannya. “Ragu?” menjadi penanda bahwa jalan di depan masih panjang terbentang. Ia siap memulai menapakinya lagi. Semoga lagu ini bisa menjadi teman bagi siapa saja yang tengah dilanda keraguan dan menjadi energi pendorong untuk dapat melaluinya.

Silakan klik di sini untuk baca berita terbaru lainnya, dan jangan lupa simak profil musisi favoritmu juga, ya!