Bicara Musik

Riset: Musik Digital Nggak Lebih Ramah Lingkungan Dibanding Rilisan Fisik
  • By : admin
  • 2 May 2019

Riset: Musik Digital Nggak Lebih Ramah Lingkungan Dibanding Rilisan Fisik

Bicaramusik.id – Kalau lagi mengagung-agungkan musik digital dibanding musik fisik, maka kita akan membahas dampak lingkungannya. Musik digital, karena nggak berwujud, dianggap nggak menghasilkan limbah apapun serta nggak mengambil apapun untuk membuat materinya. Musik digital cuma butuh klik-klik saja untuk bisa copy, download dan play.

Tapi, hasil penelitian berkata lain.

Studi yang dilakukan oleh University of Glasgow bekerja sama dengan The Conversation menyebutkan bahwa media musik digital itu nggak lebih ramah lingkungan dibanding vinyl, kaset dan CD.

Kalau dilihat dari produksinya, musik digital memang costless. Musik digital berkontribusi besar dalam mengurangi plastik yang sebelumnya dipakai untuk membuat rilisan fisik.

Menurut Digital Music News, di tahun 1977, industri musik Amerika menghabiskan 127,9 juta pounds plastik untuk bikin vinyl. Di 1988, masa kejayaan kaset, penggunaan plastik turun menjadi 123,5 juta pounds untuk produksi kaset. Sementara di masa kejayaan CD, angkanya meningkat. 134,5 juta pounds plastik dihabiskan untuk membuat CD. Hingga pada 2016, ketika musik digital mulai menggila, penggunaan plastik untuk rilisan musik turun drastis ke angka 17,6 juta pounds.

Masalahnya adalah, menyelamatkan lingkungan itu bukan sekedar mengurangi penggunaan plastik.

File elektronik yang kita putar dari internet atau layanan music streaming itu ditaruh di sebuah server dingin yang selalu aktif. Lalu, file tersebut ditransmisikan ke lintas jaringan menggunakan router, dan dikirim ke gadget kita lewat wifi atau paket data. Siklus ini terjadi terus menerus saat kita stream sebuah lagu. Ya, ini menghabiskan banyak energi!

Mengutip data dari Decomposed: The Political Ecology of Music, emisi gas rumahkaca yang dihasilkan oleh industri musik sekarang ini menunjukkan peningkatan drastis. Di masa kejayaan vinyl, 1977, emisi gas yang dihasilkan 140 juta kg, di masa kejayaan kaset, 1988, dihasilkan 136 juta kg emisi gas, lalu angka meningkat jadi 157 juta kg di tahun 2.000 dan di masa musik digital (2013-2016) emisi gas rumah kaca yang dihasilkan berkisar antara 200-350 juta kg.

Belum lagi kalau kita menghitung listrik yang dipakai untuk memutar musik dari gadget dan sambungan internet.

Jadi, musik di medium mana yang lebih ramah lingkungan? Jawabannya tergantung seberapa lama kamu mendengarkannya. Kalau kamu hanya mendengarkan musik nggak terlalu sering, music streaming adalah opsi paling tepat. Tapi, kalau kamu mendengarkan sebuah musik itu sering banget sampai diulang-ulang, maka rilisan fisik yang terbaik. Mendengarkan satu album Penuh di musik digital itu membutuhkan energi 27 kali lipat dibanding energi untuk membuat CD.

Nah, kalau kamu mendengar musik ramah lingkungan maka pilihlah vinyl jadul sebagai rilisan fisiknya karena paling awet dan bisa diputar sering-sering; serta biasakan menyimpan lagu di memori internal gadget kalau mau mendengarkan musik digital. Biar nggak makan energi dan biaya lagi untuk nyambung ke internet. Sudah pada punya rilisan fisik vinyl jadul belum nih?

 

Penulis : Rizki Ramadan

Editor : Antie Mauliawati