Bicara Musik

Laze Hadir Kembali dengan Mengerti
  • By : Fachrul Adcha
  • 22 September 2018

Laze Hadir Kembali dengan Mengerti

Bicaramusik.id – Sebuah lagu dari album Waktu Bicara milik Laze yang dirilis pada maret lalu bertitel Mengerti adalah lagu tema bagi para pekerja di kota besar dengan segala tujuan dan rintangannya.

Waktu Bicara adalah sebuah album hip-hop berbahasa Indonesia yang berkisah tentang perjalanan manusia-manusia yang bermigrasi ke kota besar dan menghadapi berbagai cobaan untuk bertahan hidup, menaikkan kelas sosial dan lain sebagainya.

“Semua inginkan dana yang berlimpah, macam ibukota Peru mobil ada lima,” rapal Laze menceritakan ambisi orang-orang di kota yang hidup bergelimang harta namun digambarkan secara ringan dan nada bicara yang santai diatas musik besutan produser Hip Hop asal Bandung Riza Rinanto.

Tidak hanya itu penyanyi Ayub Jonn yang juga merupakan salah satu anggota ONAR turut serta memberi kontribusi nada mendayu namun lugas dan mudah ditangkap memberi rangkuman singkat tentang orang yang bekerja tiada henti hentinya.

Video klipnya sendiri memperlihatkan Laze dan Ayub Jonn silih berganti profesi diawali dengan adegan sebagai kenek bus dan seorang pengamen dan beberapa detik kemudian lokasi berubah dan mereka bekerja di sebuah minimarket bernama “onarmart”

Agung Pambudi, selaku sutradara video klip ingin menggambarkan keragaman profesi di ibukota mulai dari seorang kenek, karyawan minimarket, figur publik yang arogan serta kuli bangunan semua dengan rintangannya masing-masing yang bersifat komedi.

Diproduseri oleh Raven Navaro dan Giovani Rahmadeva ide ide ini berhasil diwujudkan sesuai dengan naratif yang ada didalam lirik Laze, keserakahan, kesulitan, atau bagian detail seperti “dambakan hidup tanpa stress, hari-hari lebih manis dari janji capres” digambarkan foto Laze dan Ayub Jonn dalam sebuah lembaran di dinding yang menyerupai poster presiden.

Di antara maraknya musik dan visual ala barat yang belakangan ini mencuat di belantara musik Indonesia. Video musik ini begitu terasa bumbu kearifan lokalnya tanpa iming-iming kemewahan ala Hip Hop pada umumnya. Laze memang lebih fokus menulis lagu berbahasa Indonesia karea dirasa pesannya lebih bisa menyentuh pendengar.

[relatedPosts]