Bicara Musik

Kembalinya Kodusa dengan The Moment
  • By : admin
  • 11 March 2019

Kembalinya Kodusa dengan The Moment

Bicaramusik.id – 021 (Kodusa) didirikan pada 19 Juli 1998 oleh Almarhum Ivan ‘Bhatocx’ Wijaya. Pada waktu itu formasi Kodusa belum seperti sekarang.

Dulu semasa era Ivan, Kodusa mengalami berbagai perubahan formasi. Yang jelas format band sebelum sepeninggalnya Ivan adalah Ivan (gitar), TJ (vokal perempuan), Dicky (vokal pria), Zack (bass) dan Beni (drum).

Di era 1998-1999, Kodusa banyak menjajal panggung musik underground dengan konsep personil awal. Sekitar awal 2000, Kodusa mengalami reformasi total. Personel ininya hanya tinggal pemain bass Kodusa saja yang bernama Zack. Kemudian pada tahun inilah akhirnya dinyatakan terbentuknya formasi baru untuk Kodusa yang dimotori oleh Ives (vokal pria), Lila (vokal wanita), Zack (bass), Lulu (gitar), Amy (DJ) dan Al (drum).

Namun sayangnya formasi ini hanya dapat bertahan selama 2 tahun. Kodusa harus mengalami kekurangan personel kembali. Amy mengundurkan diri disebabkan kesulitannya membagi waktu antara band dengan pekerjaannya. Dan 3 tahun kemudian, tepatnya pada 2004, Al (drummer) yang kemudian statusnya adalah suami dari Lulu, terpaksa harus dinonaktifkan dari Kodusa dikarenakan harus melanjutkan perjuangannya bersama Purgatory. Dalam formasi yang minimalis ini Kodusa dibantu oleh Oky (drummer TABOO) sebagai Additional drummer.

Setelah mengalami tidur di kancah musik Indonesia, Kodusa kembali dalam format minimalis. Tetap dengan mengandalkan kekuatan lirik dan lagu, karakter vokal Ives dan Lila, permainan bass Zack dan solo gitarnya Lulu serta Rala penggebuk drum yang atraktif dan luwes.

Mereka banyak terinspirasi oleh Machine Head, Coal Chamber, Deftones, KORN. White Metal Core adalah jalur musik yang Kodusa anut atau secara umumnya adalah metal core dengan percampuran warna dari musik NU metal. Alhasil jadilah warna musik Kodusa sendiri.

Saat ini Kodusa digawangi oleh Ives – Vocal/growl, Lulu – gitar, Lila – Vocal/rap, Zack – bass, rala – drum. Pada 2019 ini, Kodusa merilis 5 karya (Essence, will, Damai, justice, Bamm) yang tersedia di platform digital.

Adapun sebagai pembuka dari vakumnya Kodusa, mereka memperkenalkan Single “The Moment” kepada publik. Untuk Single tersebut menceritakan tentang seseorang yang mencari jati diri nya dan mencari Tuhan-nya. Juga berusaha berani mengambil keputusan yang pelik dalam hidup walaupun kadang suka bertentangan/berbeda dengan mindset masyarakat umum/ orang kebanyakan.

Kini sebagai persembahan Kodusa yang sudah aktif sejak 2019, dengan pencapaian yang sudah banyak makan asam garam dunia musik keras saatnya mereka kembali aktif lagi mengacak-acak panggung musik bawah tanah dengan konsep yang menarik di jaman milenial.