Bicara Musik

Kematian Chris Cornell Berimbas Pada Mandeknya Album Baru Pearl Jam
  • By : admin
  • 30 January 2019

Kematian Chris Cornell Berimbas Pada Mandeknya Album Baru Pearl Jam

Bicaramusik.id – Semenjak merilis album Lightning Bolt di tahun 2013, Pearl Jam tampaknya melakukan puasa album hingga detik ini. Kabar menggembirakan sekaligus terdengar miris yang tersiar baru-baru ini, sebenarnya Pearl Jam sedang dalam proses penggarapan album baru namun tersendat lantaran kematian Chriss Cornell.

Ditinggal oleh sahabat yang juga merupakan vokalis band Soundgarden, Audioslave dan Temple Of The Dog dengan cara yang tragis ini rupanya sangat mengguncang jiwa para personil Pearl Jam.

Dalam wawancara terbaru yang dilansir Rollingstone, sang bassis Jeff Ament menjelaskan bahwa mereka sedang dalam proses rekaman. “Kami akan terus melakukan plugging sampai selesai. Kami telah masuk, mungkin, empat atau lima kali dalam beberapa tahun terakhir, jadi kami memiliki banyak hal yang belum selesai. Kami hanya semacam sedikit ‘terlantar’. Saya yakin semua orang punya banyak riff, dan saya yakin Eddie punya banyak stok lirik. Kami hanya tinggal masuk dapur rekaman bersama selama enam minggu dan akan menghasilkan sesuatu.”

Jeff Ament menambahkan, Pearl jam butuh beberapa saat untuk menyatukan kembali mood band yang mulai hilang. Kematian Chris Cornell memang menghantam band ini dengan sangat keras dan membuat luka mendalam. “Saya pikir ketika Chris wafat, itu benar-benar hal yang sulit untuk kita percayai dan lalu ada hal-hal hidup,” imbuhnya.

Pearl Jam sebelumnya telah merilis single “Can’t Deny Me” pada tahun 2018, yang disebut Ament sebagai  “…a little bit of a star from one of the ones that we had recorded.“

Saat ini, Pearl Jam tidak memiliki jadwal tur yang padat untuk 2019, tetapi Eddie Vedder memiliki set solo yang akan berlangsung 3 Maret mendatang di Innings Festival di Tempe, Arizona. Mudah-mudahan, ke depannya waktu luang mereka bisa dihabiskan bersama di studio untuk menyelesaikan rekaman album baru.

 

Penulis : Fajar

Editor : Antie Mauliawati