Bicara Musik

10 Festival Musik Populer dan Asyik di Indonesia!
  • By : admin
  • 8 October 2021

10 Festival Musik Populer dan Asyik di Indonesia!

Bicaramusik.idIndonesia memiliki banyak festival musik yang luar biasa dari segi pengemasan maupun pemilihan artis. Festival musik ini akan selalu ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Festival musik merupakan salah satu elemen pembangun euforia terbesar dalam merayakan musik itu sendiri. Sejak pandemi masuk pada tahun 2020, beberapa festival musik di Indonesia ikut beradaptasi dengan membuat festival secara virtual atau dapat melihatnya di stasiun televisi nasional. Langkah tersebut merupakan bentuk pengabdian para pelaku festival musik untuk terus memberikan ruang ekspresi kepada musisi untuk menghibur audiens.

Meskipun pandemi belum berakhir, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mengatakan bahwa seiring membaiknya situasi pandemi Covid-19 di Tanah Air, pemerintah memberi izin penyelenggaraan kegiatan besar dengan kewajiban mengikuti sejumlah pedoman yang ditetapkan.

Berikut deretan festival musik Indonesia yang terkenal dan ditunggu-tunggu berbagai kalangan:

1. Soundrenaline

Festival musik yang sudah ada sejak 2002 dengan tema yang berbeda pula tiap tahunnya. Soundrenaline awal menggelar acara pada 2-3 November 2002, tepatnya di Parkir Timur Senayan, Jakarta. Meskipun sempat vakum di tahun 2010, kini Soundrenaline kembali rutin menggelar event-nya di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bali sejak 2015 hingga 2019. Festival ini tidak diadakan pada 2020 dikarenakan pandemi Covid-19.

2. Java Jazz Festival

Acara Java Jazz selalu berdurasi tiga hari, selama tiga hari itu pula, para pengunjung akan dimanjakan aksi para musisi dunia dalam kurang lebih sepuluh panggung yang tersedia. Pada 5-7 Maret 2005 festival ini digelar pertama kali di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta. Edisi pertama dari Java Jazz Festival ini menampilkan 25 musisi luar sekaligus 63 musisi Indonesia. Pada awalnya, festival ini cukup eksklusif karena hanya mengundang musisi jaz. Namun, sekarang performernya tidak terbatas hanya musisi jaz saja, tetapi ada pop dan rock. Keunikan dari Java Jazz Festival adalah special show. Untuk bisa masuk ke panggung tersebut, penonton diwajibkan untuk membeli special ticket. Terdapat artis besar yang pernah tampil di special show festival ini seperti Incognito, Jamie Cullum, Toto, Santana, James Brown, Tower of Power, Jason Mraz, Al Jarreau, dan Cakra Khan.

3. Prambanan Jazz

Sesuai dengan namanya, festival ini diselenggarakan di Candi Prambanan, Yogyakarta. Waktu penyelenggaraannya relatif berubah, sekitaran pertengahan atau akhir tahun. Festival ini memiliki keunikan yaitu panorama Prambanan. Candi ini adalah satu peninggalan sejarah Indonesia yang terkenal di dunia, sehingga ada suasana ‘sakral’ yang berbeda dengan festival lain. Jika ingin mencicipi jajanan khas Yogyakarta, tidak perlu ribet mencari kemana, karena di Prambanan Jazz ini pihak penyelenggara menghadirkan Pasar Kangen yang berisi jajanan khas Yogyakarta atau makanan yang pernah dikonsumsi pada masa kanak-kanak. Musisi yang diundang oleh Prambanan Jazz merupakan musisi top nasional yang sudah eksis sejak lama maupun pendatang baru, hingga performer internasional seperti Kenny G, Brian McKnight, dan Rick Price.

4. Ngayogjazz

Sejak kemunculan festival ini sudah dianggap bahwa festival musik merupakan peristiwa budaya yang lekat dengan kehidupan manusia. Maka dari itu, Ngayogjazz selalu memilih venue di pedesaan, sekaligus melibatkan masyarakat di sekitarnya. Performer yang bermain di Ngayogjazz ini tidak terbatas kepada musisi pop dan jaz legendaris saja. Berbagai komunitas jaz dyang tersebar di seluruh Indonesia pun rutin berpartisipasi di sini.

5. Jazz Gunung

Festival ini dapat membuat kamu merasakan musik jaz dengan suasana dingin sendu bercampur menjadi satu. Festival yang pertama kali digelar pada 25 Juli 2009 ini dianggap sebagai pelopor festival musik yang dilaksanakan di alam terbuka, khususnya di bentang pegunungan. Di Jazz Gunung ada kejutan-kejutan banyak berupa kolaborasi antar musisi yang sebelumnya belum pernah berbagi panggung. Pada tahun 2009-2015, festival ini hanya diselenggarakan di Resort Bromo. Namun, sejak 2016, Jazz Gunung rutin menggelar dua kali dalam setahun dan event kedua selalu diadakan di Kawah Ijen. Dikarenakan adanya pandemi, Jazz Gunung mencoba konsep baru dengan membuat hybrid concert.

6. Synchronize Fest

Festival ini adalah wujud transformasi yang dilakukan oleh sekelompok anak muda, yang pada saat itu baru menggelar event musik elektronik berskala kecil. Setelah sembilan tahun kemudian tepat pada Februari 2009, festival ini berubah format menjadi festival berformat tiga hari di Plaza Indonesia Entertainment X’nter. Kemudian Synchronize Fest berkolaborasi dengan banyak pihak, salah satunya adalah Demajors Label. Festival musik ini selalu digelar di Gambir Expo, Kemayoran. Namun, adanya pandemi pada 2020 membuat Synchronize harus melakukan terobosan, yakni berpartner dengan stasiun televisi nasional (SCTV) untuk menyiarkannya secara langsung.

7. We The Fest (WTF) 

Pertama kali diselenggarakan oleh Ismaya Live sejak 2014, kini We The Fest menjelma sebagai festival musik yang mendunia. Festival ini tidak hanya memberikan suasana perayaan musik, akan tetapi festival ini juga membawa kehidupan lain seperti seni kontemporer nonmusik, fashion, dan makanan. We The Fest telah berhasil mendatangkan musisi top dunia seperti The Kooks, Dua Lipa, SZA, The 1975, Anne-Marie, Honne, dan Lorde. Tidak ketinggalan pula, banyak musisi Indonesia yang pernah mencicipi festival ini. Karya-karyanya pun mungkin sudah akrab di telingamu, Elephant Kind, Stars & Rabbit, Barasuara, hingga Sheila on 7 adalah segelintir di antaranya. Dekorasi yang diberikan oleh We The Fest di JIExpo Kemayoran dan kawasan Parkir Timur Senayan ini begitu semarak dan layak disebut Instagramable.

8. LaLaLa Fest

Festival ini sering disebut sebagai “festival di hutan”. Digelar di hutan, festival ini memiliki tujuan untuk turut serta menyebarluaskan keindahan alam di Indonesia. Festival musik internasional ini secara spesifik digelar di dalam hutan Orchid, Lembang, Bandung, sejak 2016. Banyak musisi internasional yang telah manggung di festival ini, seperti Kodaline, Honne, dan Oh Wonder. Panggung yang disediakan oleh LaLaLa Fest biasanya lebih dari satu. Pengunjung festival ini juga bisa menyewa tenda untuk camping atau menginap, yang tentunya perlu mengeluarkan kocek lebih mahal dari harga tiket masuknya.

9. The 90’s Festival

Festival ini bisa dibilang sebagai reuni, sebab beberapa legenda bisa kembali bertemu. Legenda musik yang disajikan 90’s Festival berasal dari berbagai penjuru dunia. Mereka sempat mengundang Michael Learns to Rock, serta musisi lokal seperti Dewa 19 dan Fariz RM. Konsep nostalgia kian kental karena 90’s Festival menghadirkan booth pernak-pernik zaman 90-an serta gim. Panitia sengaja menghadirkan booth ini agar para pengunjung bisa mengistirahatkan kupingnya sejenak.

10. Hammersonic

Hammersonic merupakan event musik terbaik untuk para metalhead di seluruh Indonesia. Hammersonic selalu mengundang roster metal kenamaan setiap tahunnya, baik itu dari dalam maupun luar negeri. Kini Hammersonic telah berkembang menjadi festival musik metal terbesar di Asia Tenggara. ‘Ibadah’ konser metalhead ini selalu dikunjungi minimal 20.000 pasang mata tiap tahunnya. Festival ini memilih lokasi serupa seperti yang dilakukan DWP, yaitu Pantai Carnaval Ancol. Berbicara waktu, Hammersonic biasanya digelar pada pertengahan tahun.